Pemerintah saat ini sedang mewacanakan untuk kenaikan harga bahan bakar minyak, besaran kenaikannya diperkirakan Rp. 1000,- sampai dengan Rp. 2000,- Pemerintah memperkirakan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ini akan dilakukan pada pertengah Juni 2013. Pemerintah akan menunggu proses persetujuan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2013 dari DPR.
Kenaikan harga bahan bakar minyak ini tentunya akan
mengakibatkan terjadinya inflasi. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan inflasi?
Apa dampak dari terjadinya inflasi?
Penyebab Inflasi
Dilihat dari penyebab awalnya inflasi digolongkan
menjadi dua:
1.
Inflasi yang timbul sebagai akibat dari peningkatan
permintaan masyarakat (demand pull inflation).
2.
Inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi
yang lazim disebut cost push inflation.
Dampak yang dirasakan masyarakat secara umum dapat
diterjemahkan dengan meningkatnya harga-harga barang dipasaran. Dampak dari
kedua macam inflasi tersebut tidaklah berbeda dari sisi kenaikan harga output,
namun dari sisi volume output (gross domestic product/ GDP) terdapat
perbedaan. Dalam hal demand pull inflation umumnya ada kecenderungan output
risk meningkat bersama-sama dengan kenaikan harga umumnya. Sebaliknya cost
push inflation umumnya kenaikan harga barang terjadi bersamaan dengan
penurunan volume/ omzet penjualan barang-barang sehingga terjadi kelesuan dalam
dunia usaha.
Perbedaan lainnya dari kedua proses inflasi tersebut
adalah dilihat dari segi kenaikan harga yang ditimbulkan pada demand pull
inflation adalah kenaikan harga barang-barang akhir (final product/
output) mendahului kenaikan harga-harga barang input yaitu harga
faktor-faktor produksi. Sebaliknya pada cost push inflation kenaikan
harga barang-barang input mendahului harga barang-barang akhir. Dalam
kenyataannya, inflasi yang terjadi umumnya adalah diakibatkan oleh kombinasi
dari kedua macam inflasi tersebut sehingga seringkali keduanya saling
memperkuat satu sama lain.
Sumber Inflasi
Berdasarkan sumber atau asalnya, inflasi dapat
dibedakan menjadi:
- Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation) Domestic inflation timbul karena defisit anggaran pemerintah yang dibiayai oleh pencetakan uang baru yang menyebabkan jumlah uang beredar naik atau karena gagal panen (persediaan barang menurun) dll
- Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation) Imported Inflation Adalah inflasi yang timbul akibat kenaikan harga barang-barang import dari luar negeri yang menyebabkan: kenaikan indeks biaya hidup (jika barang import termasuk kelompok yang mempengaruhi indeks), secara tidak langsung menaikkan indeks harga melalui peningkatan biaya produksi jika menggunakan barang import tersebut sebagai faktor produksi, secara tidak langsung memungkinkan kenaikan harga dalam negeri karena barang sejenis yang dihasilkan di dalam negeri ikut menaikkan harga.
No comments:
Post a Comment